--> .

Pola-pola membaca cepat

 


2.Pola-pola membaca cepat 

(1) Pola Horizontal 

Mulailah fokuskan mata dari halaman sudut kiri, kemudian bergerak sampai ke halaman ujung kanan. Selanjutnya turun baris berikutnya dan mata mulai dari sebelah kiri bergerakke ujung sebelah kanan halaman, dan terus hal tersebut dilakukan sampai akhir halaman bawah sebelah kanan.

(2) Pola Vertikal 

Fokuskan mata mulai membaca dari halaman atas kemudian bergerak vertikal sampai ke halaman bawah. Selanjutnya gunakan jari-jari kita untuk membuka halaman berikutnya yang hendak di baca.

(3) Pola Diagon

Fokusmata mulai membaca dari halaman sudut kiri atas, bergerak diagonal kesudut kanan bawah halaman. Selanjutnya jari-jari digunakan untuk membuka halaman berikutnya yang hendak dibaca.

(4) Pola zig zag 

Fokus mta ketika mulai membaca dari halaman atas bagian sudut kiri kemudian bergerak serong ke kanan, kemudian bergerak menurun serong kekiri , dan terus bergerak dengan pola seperti itu sampai ke halaman bawah. Gerakan tersebut menyerupai gerakan zig zag.

(5) Pola Spiral 

Fokus mata mulai membaca dari halaman sebelah kiri atas kemudian bergerak mengikuti kalimat-kalimat bacaan ke sebelah kanan dengan pergerakan seperti spiral. Pergerakan ini memunkinkan adanya hubungan antara bagaian yang satu dengan yang lain.

(6) Pola Blok

Fokus mata melalui membaca dari halaman sebelah sudut kiri,atas kemudian bergerak kesebelah kanan,dan terus sampai pragraf akhir.membacapola blok  merukapan membaca cepat per pragraf sampai akhir halaman .

3.Membaca cepat

Sebelum anda berlatih membaca cepat ,ada beberapa hal yang perlu di perhatikan,agar anda mengetahui sejauh mana kemampuan membaca cepat sebelum dan sesudah latihan, diantaranya berikut ini.

1. Pilih bacaan yang hendak digunakan untuk latihan membaca

2. Topik bacaan yang dipilih untuk pertama kali hendaknya yang anda pahami 

3. Siapkan jam tangan ,catat waktu ketika mulai membaca

4. Beri tanda di mana anda mulai membaca

5. Beri tanda di mana anda mulai berhenti membaca

6. Catat waktu berakhirnya membaca 

7. Hitung waktu yang dibutuhkan untuk membaca

8. Hitung jumlah kata dalam wacana yang telah anda baca

9. Bagilah jumlah kata yang telah anda baca dengan waktu yang telah anda gunakan untuk membaca sehingga menghasilkan jumlah kata yang telah di baca per menit 

10. Jawablah pertanyaan yang berhubungan dengan teks tanpa membaca kembali wacana.Apabila Anda bisa menjawab di atas 80% dengan jawaban yang benar ,maka pemahaman anda mengenai isi bacaan cukup  baik.

11. Apabila dapat membaca cepat lebih dari 120 kata per menit  dengan pemahaman di atas 80%maka, anda dianggap cukup berhasil dalam membaca cepat.  


C. Melafalkan  Kata dengan Artikulasi yang Tepat 

1. Fonologi 

Untuk  melafalkan dengan artikulasi yang tepat maka kita perlu mempelajari  tentang fanologi.fanologi yaitu ilmu bahasa yang mempelajari  bunyi- bunyi bahasa pada umumnya:fanologi terdiri atas ;

a). Fonetik, yaitu ilmu yang mempelajari atau menganalisis bunyi ujar serta mempelajari bagaimana alat ujar itu dapat menghasilkan bunyi .

b).Fenometik,yaitu ilmu yang mempelajari ujar dalam fungsinya sebagai pembed arti 

a.Fonetik 

Hal yang berhubungan dengan fenotik adalah perlum nya mempelajari serta memahami  tentang sumber –sumber bunyi ujar.alat ucap manusia merupakan sumber bunyi ujaran dengan demekian fenotik berhubungan dengan alat apabila alat ucap manusia,baik secara anatomis ataupun fisiologis tidak sempurna ,maka akan menghasikan bunyi ujaran yang tidak sempurna pula.misal nya orang bisa tuli ,cedal lidah , kehilangan gigi,hidung cacat,sakit paru-paru atau kerongkongan,kelainan fisik dalam rongga mulut atau rongga hidung dan sebagainya.

Alat ucap apabila digerkan akan menimbulkan bunyi karena alat ucap tersebut berfungsi sebagai artikulator atau titik artikulasi berkerja sama dengan udara yang di keluarkan paru-paru .misalnya bunyi ujar b,dinhasilkan karena kerja  sama kedua bibir dan dorongan udara,sedangkan bunyi ujuran m,di hasilkan karena terkatupnya kedua bibir dengan curahan udara di dalam rongga mulut. 

Untuk menentukan bunyi vokal  difrong seperti;a,i,u,e,o,e pepet,ai,au,oi,, ataupun fonem-fonem  bahasa asing lainnya,kita dapat menentukan posisi bibir dengan bantuan alat ucap lainya .

Contoh:

Ujaran a,o,u,,dihasilkan bila posisi bibir kita membentuk  bundaran.

Ujaran ,e,i,ai,dihasikan bila posisi bibir kita tidak begitu bundar.

Ujaran,au,oi,dihasiilkan bila posisi bibir kita di kombinasikan  kebundarannya .

Apabila  bunyi ujaran udara yang keluar dari paru-paru mendapat rintngan\halangan dari alat ucap lainya maka akan menghasilkan bunyi konsonan yang menghasilkan bentuk ujaran dengan kata-kata tertentu, tergantung pada posisi alat ucap kita sebagai artikulator dan titik artikulasinya, yang di bantu udara dari paru- paru 
Perhatikan contoh-contoh ujaran kosonan berikut ini!
1.Bilabial,bila bunyi ujar yang dihasilakan dengan mempertemukan kedua bibir, seperti b,p,m.
2.Labio dental,bila bunyi ujar yang dihasilakan dengan mempertemukan Gigi atas(titik artikulasi)dengan bibir bawah (artikulator ); seperti f,v,w.
3.Alpico interdental\dental,bila bunyi ujar yang dihasilkan oleh ujung lidah (artikulator)dengan daerah lengkung Gigi(titik artikulasi), seperti t,d,n.
4.Velar, bunyi ujar yang dihasilkan oleh lidah bagian belakang (artikulator)dan langit-langit lembut (titik artikulasi,) seperti  k,g,ng,kh,q.
5.Laringal,bila bunyi ujar yang terjadi karena pita suara terbuka agak lebar.contoh: h.
6.Spiral,bunyi ujar yang dihasilkan dari yang udara yang keluar dari paru-paru yang mendapat halangan gentaran lidah.contoh:s,z,sy
7.Apikal,bila bunyi getar yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah ke langit-langit lembut  atau lengkung kaki gigi dengan sistem getar menimbulkan bunyi ujar contoh :r-jelas.
8.Uvular,bila bunyi getar lain yang dihasilkan oleh anak tekak sebagai  artikulator dengan lidah bagian lidah sebagai titik artikulasinya contoh:r,-tak jelas 
b.Difrong dan manofrong 
Difrong  atau disebut juga vokal  rangkap ,yaitu dua vokal yang diucapkan dalam satu kesatuan waktu,misalnya:ai,au,oi
Monofrongisasi adalah kata-kata yang merupakan difrong yang diubah menjadi satu bunyi,tunggal misalnya :
pantai-pante
pulau-pulo
kerbau-kerbo
lantai-rante                                                                                                                                    2.Kata Diucapkan dengan suara yang jelas dan dengan tekanan serta artikulasi  pada suku kata yang Tepat.
Setiap ujaran mempunyai tekanan suara\nada, pada masing- masing kata atau kalimat.Tekanan yang diucapkan tersebut tergantung pada pentingnya kata atau kalimat berdasarkan situasi yang terjadi pada si pembicara.
Perhatikan contih berikuti ini!
a.Tekanan dinamik silabis
adalah tekanan dinamik yang terdapat dalam salah satu kata 
         b.Tekanan dinamika emfasis
adalah tekanan keras atas sepatah kata yang dipentingkan dalam kalimat atau dalam pembicaraan.
Tekanan ini dapat pula diubah menurut kepentingnnya Aksesatau tekanan ini dinamakan emfasis 
     c.Tekanan wakut\tempo
tekanan ini diukur dari situasi pembicaraan.seseorang yang berada dalam ketakutan atau dalam keadaan tergesa-gesa akan bercakap dengan tempo yang cepat.Sebliknya apabila seorang dalam keadaan tenang dan tidak emosi akan mengucapkan tutur katanya dalam tempo yang biasa dan lambat.
Jangka waktu atau tempo yang diperlukan selama bertutur kata itu samapai selesai dianamakan durasi.
3.penggunan Lafal Bahasa Indonesia Baku Berdasarkan Konsep Lafal Baku Bahasa Indonesia 
Dalam menghafalkan bahasa indonesia kadang- kadang  dipengaruhi oleh lafal bahasa daerah ,sehingga berbeda dengan lafal bahas indonesia baku.Apbila penglafalnya tidak sesuai  dengan bahasa indonesia baku maka terjadi perbedaan arti.untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya menggunakan cara penglafalankata  atau kalimat yang benar Oleh karena itu fonetik dan fenomik sangat dibutuhkan dan dapatdi pelajari pada kamus  yang menuliskan cara penghalafalan suatu kata yang benar berdasarkan bahasa indonesia baku.
D.memanfaatkan Ketegori\Kelas Kata 
Katagoru adalah golongan satuan  bahasa yang dibedakn atas bentu, fungsi,dan makna ,misalnya kata-kata \jenis kata 
Kelas kata adalah kelas atau golongan (kategori)kata sesuai dengan tata bahasa .kelas kata terdiri atas:
(1)kata benda
( 2)kata kerja  
(3)  kata sifat
(4)kata depan 
(5)kata ganti 
(6)kata bilanganaaa
(7)kata penghubung
(8)kata sandang 
(9)kata  keterangan 
(10)kata seru

Sendangkan  pembagaian kelas kata yang terbaru terdiri atas:
(1)kata benda 
(2)kata kerja 
(3)kata sifat
(4)kata tugas

a.kata benda(Nomina)
kata benda atau juga nomina (berasal dari bahasa inggris Noun).pengertian kata apabila ditinjau secara semantis adalah kata yang mengacu pada manusia ,binatang, benda dan konsep atau pengertian.misalnya :guru,kambing,kursi,kebangsaan dan sebagainya.sendangkan pengertian kata benda apabila dilihat dari sei sintkasis adalah berdasarkan ciri-ciri beikut;
(1) Dalam kalimat yang predikatnya kata kerja (verb),kata benda (nomina)cenderung menduduki fungsi subjek,objek,atau pelangakap.
(2) Nomina tidak dapat dijadikan bentuk ingkar dengan tidak. Kata pengingkarnya adalah bukan. Misalnya : Dia itu bukan instruktur.
(3) Nomina lazimnya dapat diikuti oleh kata sifat (adjektiva) baik secara langsung maupun denan perantara kata yang. Misalnya : Mobil yang baru, rumah yang rusak, dan sebagainya.
 Berdasarkan bentuk morfologis, nomina terdiri dari dua macam, yaitu :
(1) Nomina yang terbentuk kata dasar. Misal: gambar, meja, rumah, pisau, adik, batang, dsb.
(2) Nomina yang diturunkan dari kata atau bentuk lain. Nomina ini dapat ditandai dengan bentuknya yang mendapat awalan atau akhiran. Misalnya :
(1) Berawalan pe- ; pemuda, pemilih, penyair.
(2) Berakhiran –an ; bentuan, bangunan, gabungan.
(3) Berakhiran –nya ; lebarnya, sempitnya, tingginya.
(4) Berimbuhan gabung pe-an ; pembangunan, pelestarian, pelarian.
(5) Berimbuhan gabung per-an : perburuhan, permufakatan, perjudian.
(6) Perimbuhan gabung ke-an ; kedamaian, keagungan, kebesaran.

Kata benda dapat pula dibagi atas : 
(a) Kata benda yang dapat dihitung.
(1) Yang berhubungan dengan orang ;
Nama diri : Ali, agus, neneng, rina.
Nama kekerabatan:kakak,ayah,paman,bibi
Nama pangkat:kapten,kopral,bupati, presiden
Nama gelar:doktor,insinyur,elang,raden,tubagus

(1) Hewan;ayam,kambin,ular,buaya,komodo,katak
(2)Tumbuhan ;waru,akasia,rambutan,kelapa,kemalanding,turi.
(3)alat perkakas,perabot;kikir,obeng,ketam,,gerinda,gergaji.
(4)benda alam,danau,sungai,bulan,desa matahari 
(5)halatau proses;peraturaan,perundang-undangan kelamhan,kekuatan,
(6)hasil; karangan, racangaan bendungan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel